Proses dan Teknik
LOGAM TAMBAH: ELEKTRODA, KAWAT LAS, DAN FILLER ROD
Dalam pengelasan, logam tambah sering dianggap hanya sebagai bahan habis pakai. Di bengkel orang bisa berkata: ambil elektroda, ambil kawat, ambil filler....
Dalam pengelasan, logam tambah sering dianggap hanya sebagai bahan habis pakai. Di bengkel orang bisa berkata: ambil elektroda, ambil kawat, ambil filler. Padahal logam tambah adalah bagian penting dari mutu sambungan. Salah memilih logam tambah bisa membuat hasil las terlihat jadi, tetapi sifat sambungannya tidak sesuai kebutuhan. Logam tambah hadir dalam banyak bentuk: elektroda SMAW, filler rod TIG, kawat MIG/MAG, kawat FCAW, wire SAW, atau consumable khusus . Bentuknya berbeda karena prosesnya berbeda. Tetapi tugas utamanya sama: mengisi sambungan dan membentuk logam las yang sesuai dengan material serta fungsi konstruksi . LOGAM TAMBAH BUKAN SEKADAR PENGISI CELAH Logam tambah tidak hanya menutup celah sambungan. Setelah membeku, ia menjadi bagian dari sambungan. Ia ikut menerima beban, panas, getaran, tekanan, atau lingkungan korosif. Karena itu komposisi dan sifat logam tambah harus sesuai dengan kebutuhan. Pada pekerjaan sederhana, kesalahan pilihan mungkin hanya terlihat sebagai bead yang jelek atau mudah retak. Pada pekerjaan industri, kesalahan filler bisa berdampak lebih serius: kekuatan tidak tercapai, ketangguhan rendah, retak, korosi, atau gagal memenuhi syarat inspek